JAKARTA, potensinusantara.co.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga menuturkan perempuan merupakan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa dimana memberdayakan perempuan artinya mensejahterakan bangsa. Bahkan, berbagai publikasi menekankan pentingnya partisipasi perempuan dalam pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi. Terlebih lagi, pelaku UMKM perempuan merupakan penggerak strategis dalam pembangunan ekonomi nasional karena merupakan mayoritas dari jenis usaha yang ada.
“Adapun masa pandemi ini tidak menyurutkan semangat para pelaku UMKM perempuan untuk terus bertahan, bahkan makin berkembang. Mereka terus berinovasi, tidak hanya menyesuaikan cara penjualan, namun juga permintaan pasar, bahkan mempelopori tren pasar yang baru. Dengan potensi yang luar biasa tersebut, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender menjadi hulu dari lima arahan prioritas Bapak Presiden kepada kami hingga tahun 2024. Untuk memastikan bahwa perempuan pengusaha tidak lagi tertinggal di masa kini namun juga masa pasca pandemi dan lebih jauh lagi ke depannya, peningkatan kapasitas dalam bisnis dan literasi digital serta pembukaan akses terhadap permodalan terus kami usahakan,” tutur Menteri Bintang dalam “Festival Webinar Pintar 2021” bertemakan “Inspirasi Peluang Usaha 2022 Melalui Optimalisasi Digital Untuk UMKM Perempuan Berani Naik Kelas” yang diselenggarakan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM).
Menteri Bintang menekankan praktik baik, sinergi, dan peran serta seluruh sektor pembangunan menjadi kunci dalam memperjuangkan kesetaraan yang kita cita-citakan, baik itu pemerintah pusat hingga desa, akademisi dan profesional, dunia usaha, media maupun masyarakat luas. Sabtu (18/
“Oleh sebab itu, besar harapan melalui kegiatan ini semoga semakin banyak usaha perempuan yang naik kelas, menjadi usaha yang semakin maju, inovatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini pula, Saya berharap para peserta dapat saling membangun jejaring, mendorong, menginspirasi dan memotivasi satu sama lain sebagai upaya _women support women_ untuk maju bersama-sama. Marilah kita buktikan bersama bahwa jika ada kemauan, kerja keras, dan kerjasama tidak ada kata tidak mungkin dan tidak bisa bagi perempuan. Dimana saat perempuan berkarya, maka manfaatnya juga akan dirasakan oleh semua; dan partisipasi perempuan di ruang publik bukan berarti perempuan melupakan keluarga namun malah memperkuatnya,” ujar Menteri Bintang.
Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini mengatakan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital sangat dibutuhkan UMKM untuk saat ini, ketika tranformasi digital telah mulai dilaksanakan di hampir semua bidang ekonomi. Para pelaku UMKM, terutama yang dikelola oleh para perempuan, harus bisa memanfaatkan momentum digitalisasi ini untuk meningkatkan produktivitas atas potensi yang mereka miliki.
Dian Siswarini menambahkan, teknologi digital akan memungkinkan perempuan untuk menembus pasar yang lebih luas, yang hampir mustahil bisa dijangkau jika tidak online. Teknologi digital sekaligus akan mempermudah mereka melakukan promosi produk dan jasa secara lebih massif melalui media sosial ataupun platform _market place_. Pada tahun 2022, digitalisasi akan semakin massif dan menjangkau pasar yang semakin luas. Semakin banyak konsumen yang mencari dan membeli produk melalui saluran penjualan digital.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin dalam pembukaan Festival Webinar tersebut menyampaikan bahwa Kemen PPPA selalu siap dan berkolaborasi untuk mendukung inisiatif kewirausahaan serta kegiatan bisnis yang berperspektif gender, berbasis digital, serta berkelanjutan. Seperti yang telah Kemen PPPA kerjasamakan dengan PT. XL Axiata Tbk, yang telah terbukti bermanfaat dalam meningkatan status para UMKM perempuan.
“Kemen PPPA sangat terbuka dan akan terus melakukan advokasi, sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendampingan _digital economy_ serta literasi keuangan bagi perempuan bekerjasama dengan Otoritas Keuangan dan Moneter, BUMN, perbankan, perusahaan, dan Kementerian/Lembaga, baik dalam forum nasional maupun internasional seperti Presidensi Indonesia pada G20. Selain itu, Kemen PPPA juga mendorong pengarusutamaan gender dalam seluruh bidang pembangunan, terutama pada sektor yang terkait dengan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi melalui kewirausahaan berperspektif gender”, tambah Lenny.
Berlangsung mulai Sabtu (18/12), kelas webinar dan talkshow dengan topik-topik terkait peningkatkan soft-skill di kewirausahaan berspektif gender, finansial, tren digital dan bisnis di tahun 2022. Hadir dalam webinar ini, antara lain Entrepreneur, Dian Pelangi, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi dan Co-Founder Babyloania, Zhafira Loebis.
Melalui total 13 kelas, para perempuan pengelola UMKM akan mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari kementerian terkait, profesional, enterpreneurs, tokoh, dan pelaku UMKM yang sukses. Mereka akan membantu meningkatkan pemahaman mengenai gambaran dan informasi terkait ide peluang usaha yang menjanjikan di tahun 2022.
Festival Webinar Pintar ini diikuti sedikitnya 3.000 peserta yang merupakan perempuan pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari komunitas Sisternet, peserta Sispreneur, organisasi perempuan seperti Dharma Wanita Persatuan, UMKM perempuan binaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kementerian Koperasi dan UKM. Sispreneur merupakan bagian dari program Sisternet yang bertujuan untuk meng-online-kan pelaku UMKM yang dikelola perempuan.
- Usaha yang digeluti para peserta antara lain bisnis F&B (Food and Beverages) adalah bisnis makanan dan minuman, juga penyediaan jasa pembuat konten untuk para UMKM. UMKM adalah sendi utama perekonomian Indonesia. Ada lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 6% perekonomian nasional. Sebanyak 64% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Karena itu, memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan. Apalagi, UMKM juga menunjukkan ketangguhan yang cukup tinggi di tengah pandemi. Menurut data dari Kemenko PMK, Juli 2020, setidaknya 10,2 juta UMKM di Indonesia, berpotensi untuk go-online, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.(Guffe).












