Mekar Di Tengah Kesunyian Kisah Inspiratif Salsabilla Al Rozaq

banner 468x60

Banyuwangi Jawa Timur, potensinusantara.co.id – Kehidupan sering mengajarkan bahwa apa yang terlihat sebagai keterbatasan di mata manusia, sesungguhnya bisa menjadi jalan lain bagi jiwa untuk memancarkan keindahan yang tersembunyi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Salsabilla Al Rozaq Desembria, atau yang akrab disapa Caca, seorang gadis belia tunarungu yang menjadikan seni tari sebagai bahasa agung bagi hatinya yang senantiasa berbicara lewat gerak.

Semangatnya tidak tumbuh dalam kesendirian; ia dipupuk oleh keyakinan dan kasih sayang tulus ibunya, Wiwit Lestari. Melihat pancaran minat dan semangat yang membara dalam diri putrinya, sang ibu melangkah dengan hati yang tabah, terus mencari ruang yang tepat agar benih bakat itu dapat tumbuh dan mekar.

“Sejak kecil, saya melihat Caca memiliki ketertarikan yang istimewa pada irama dan gerakan. Meskipun telinganya tidak dapat menangkap alunan bunyi, matanya bersinar terang setiap kali menyaksikan tarian, seolah hatinya mampu mendengar melodi yang tak terucapkan. Saya percaya, setiap jiwa memiliki jalan tersendiri untuk merasakan keindahan, ia hanya membutuhkan tempat yang memahami caranya untuk berkomunikasi,” tuturnya

“Selama ini saya terus berusaha mencari sanggar yang bisa menerima dan membimbingnya dengan cara yang sesuai, hingga akhirnya saya menemukan Sanggar Damar Art lewat jejak sederhana di media sosial Instagram. Bagi saya, pertemuan ini adalah jawaban dari segala doa dan harapan yang saya panjatkan. Melihatnya kini bisa berkarya dengan gembira, hati saya terasa tenang dan bangga, karena ia telah menemukan tempat di mana jiwanya bisa bernapas bebas,” imbuhnya 13/06/2026

Selama hampir satu tahun bergabung dengan Damar Art, kesungguhan dan ketekunan Caca tak luput dari perhatian Achzana Ilhamy, S.Sn, Ketua Sanggar Damar Art.
“Bagi Caca, irama tidak harus didengar, melainkan dirasakan melalui getaran bumi dan keselarasan batin. Ia belajar dengan ketelatenan yang luar biasa, menangkap setiap ketukan lewat isyarat dan kepekaan hati yang terasah. Di sini, teman-temannya tidak pernah memandang perbedaan, apalagi memperlakukan secara berbeda mereka menyambutnya sebagai saudara seperjuangan yang setara. Justru kehadiran Caca menjadi cermin dan pendorong semangat bagi seluruh siswa, mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada keteguhan hati untuk terus melangkah. Saya sangat mengapresiasi perjuangannya. Semoga perjalanan ini menjadi teladan bagi siapa pun yang memiliki kondisi serupa, jangan pernah merasa terhalang, karena semangat yang tulus akan selalu menemukan jalan untuk bersinar,” pungkas Achzana Ilhamy.

Kini, Caca menempuh pendidikan sebagai siswa Kelas 9 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Di bawah bimbingan sanggar dan dalam lingkungan yang menjunjung kebersamaan, ia membuktikan sebuah kebenaran mendalam ketiadaan pendengaran tidak mematikan rasa, justru mengasah kepekaan jiwa. Setiap gerakan yang ia lakoni bukan sekadar rangkaian langkah, melainkan wujud syukur, ekspresi batin, dan bukti bahwa keindahan dapat hadir dalam wujud apa pun.

Perjalanan hidup Caca menyimpan makna yang berharga ketika satu pintu tertutup oleh keadaan, jiwa yang berkemauan kuat, dukungan keluarga yang tulus, serta lingkungan yang menerima tanpa perbedaan akan senantiasa membuka jendela lain yang lebih luas. Ia tidak hanya menari, tetapi juga mengajarkan kepada kita semua bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan menuju karya yang menginspirasi.

(MSP)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *