Taman Blambangan, Banyuwangi, potensinusantara.co.id – kembali menggelar acara tahunan yang sudah dikenal oleh banyak orang domestik maupun mancanegara yaitu Banyuwangi Ethno Carnival. Acara ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 11–13 dengan rundown yang berbeda setiap harinya. Puncak acara terjadi pada tanggal 12 Juli 2025 dengan adanya karnaval kebudayaan. Tahun ini tema yang mereka angkat adalah ‘Ngelukat’.
Kolaborasi BEC melibatkan banyak pihak yaitu SKPD, Instansi Daerah, UMKM, sektor ekonomi kreatif lainnya, serta masyarakat yang turut memeriahkan acara ini. Mahasiswa KKN-PPM Cluring turut serta berkolaborasi menjadi bagian media eksternal yang bertugas meningkatkan cakupan audiens secara lebih luas.

Terdapat beberapa subtema yang direpresentasikan dengan kolaborasi busana adat dan perpaduan musik maupun makeup setiap peraga. Sub tema tersebut antara lain;
1. Mudun Lemah
2. Selapan
3. Sunatan
4. Lamaran
5. Nikahan
6. Mitoni
Kayce sebagai turis dari Australia mengungkapkan bahwa nuansa yang terjadi saat acara berlangsung sangat luar biasa. Busana yang diperagakan juga sangat bagus dan kreatif. Ia mengatakan sangat puas menyempatkan untuk mampir ke Banyuwangi dan melihat acara BEC ini.


Pemerintah Banyuwangi berharap BEC bisa menjadi salah satu kegiatan budaya yang akan terus dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk ke Banyuwangi dari domestik maupun turis.
(MSP)
Penulis: Regin A.
Fotografer: Ni Luh P. S.












