Program JKN-KIS, Jaga Kesehatan Bambang Dimasa Tua

banner 468x60

JAKARTA – potensinusantara co.id – Masa muda adalah waktu yang bisa kita katakan sangat produktif bekerja dan berkarya, bisa-bisa kita lupa dan tidak memperhatikan kesehatan kita sendiri sehingga mengakibatkan efek jangka panjang di masa tua nanti. Hal tersebut sering dialami oleh para pegawai atau karyawan perkantoran yang jarang sekali memiliki waktu untuk beraktivitas diluar kantor guna menjaga kesehatannya seperti berolahraga dan lebih banyak menghabiskan waktu didepan meja kerjanya. Jarangnya kita berolahraga bahkan sampai sama sekali tidak pernah melakukannya menyebabkan banyak resiko kesehatan dikemudian hari.

Hal tersebut kurang lebih yang dirasakan seorang pensiunan pegawai negeri bernama Bambang Sujatmoko (71 tahun). Bambang adalah seorang pekerja keras yang penuh tanggung jawab dalam melakukan pekerjaannya. Dirinya mengaku selama menjadi pegawai negeri tidak pernah menggunakan jaminan kesehatan yang melindunginya yang pada saat itu bernama Askes. Bambang baru menggunakan jaminan kesehatan tersebut saat dirinya pensiun pada tahun 2007 hingga saat ini yang namanya telah berubah menjadi BPJS Kesehatan. Ia mengaku memiliki pengalaman yang sangat bermanfaat bagi dirinya saat menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, yaitu pada waktu dirinya dirawat karena sakit demam berdarah dengue (DBD) dan operasi bypass jantung.

“Askes atau yang sekarang lebih kita kenal dengan BPJS Kesehatan sangatlah memberikan dampak yang sangat besar bagi hidup saya, tidak hanya sekedar mengobati namun juga memberikan manfaat pola hidap sehat sehingga pada masa tua seperti sekarang ini bisa menurunkan resiko-resiko dari penyakit katastropik (penyakit yang membutuhkan perawatan medis yang lama dan berbiaya tinggi), saat ini saya tergabung dalam kelompok senam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di Klinik tempat saya terdaftar guna mengontrol dan memantau kondisi penyakit yang saya derita,” ucap Bambang pada Senin (7/3).

Bambang mengaku operasi bypass jantung yang dilakukannya pada tahun 2019 tidaklah murah bahkan bisa mencapai dua ratus juta lebih, begitu juga saat dirinya dirawat di rumah sakit lebih dari seminggu karena penyakit demam berdarah sekitar awal tahun 2018, dana yang diperlihatkan oleh pihak rumah sakit lebih dari delapan juta hampir sembilan juta, namun dengan adanya BPJS Kesehatan dirinya tidak ditarik iur biaya sepersen pun. Jikalau tidak ada BPJS Kesehatan ia tidak tahu lagi kondisi kesehatannya bagaimana keadaannya karena tidak memiliki tabungan yang cukup untuk membayar operasi serta perawatan tersebut.

Bambang berharap agar JKN-KIS ini kedepannya semakin dipahami dan dimengerti manfaatnya oleh masyarakat Indonesia bukan hanya untuk mengobati mereka disaat sakit namun juga ikut berkontribusi pada program ini dengan mulai menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi serta olahraga yang teratur dan tentunya tidak lupa membayar iuran JKN secara tepat waktu, karena ia yakin bahwa manusia yang bersyukur akan hidupnya adalah manusia yang menjaga dan menyayangi kesehatan tubuhnya.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *