JAKARTA – potensinusantara.co.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah hadir untuk melindungi masyarakat Indonesia lebih dari 8 tahun lamanya telah memberikan banyak manfaat dan dampak positif bagi dunia kesehatan nasional, terutama untuk peserta JKN-KIS. Prinsip gotong royong yang dipegang oleh BPJS Kesehatan bukanlah tanpa tujuan, prinsip ini menggambarkan disaat kita sehat, iuran yang kita bayarkan tersebut tidaklah terbuang sia-sia dikarenakan kita tidak pakai, namun iuran tersebut menjadi amal yang digunakan untuk menjamin peserta JKN-KIS lainnya yang sedang sakit.
Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini ialah Dodi Novriandi (42 Tahun). Dodi menceritakan saat dirinya menderita penyakit tipes pada tahun 2016. Tipes itu sendiri ialah penyakit yang menyebar melalui makanan, air, atau ditularkan dari orang yang terinfeksi dan disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, bakteri ini biasanya ada dalam air yang terkontaminasi dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang anda konsumsi. Dodi mencoba menghitung biaya yang keluar setelah dirinya mendapatkan perawatan di rumah sakit, ternyata hasilnya tidak sebanding dengan iuran yang telah dipotong, lebih banyak yang dibayarkan itu artinya ada iuran peserta lain yang membantu biaya perawatan dirinya.
Dodi menceritakan pada awalnya ia sedang berkunjung ke Bogor karena suatu urusan dan kebetulan saja Dodi terkena penyakit tipes. Dodi yang pada saat itu fasilitas kesehatan tingkat pertamanya terdaftar di Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timut, mencoba untuk berobat disalah satu Puskesmas di Bogor dan ternyata tetap dilayani lalu selanjutnya segera dirinya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dodi pun kagum dengan pelayanan yang diberikan, meskipun berbeda Puskesmas tempat ia terdaftar namun tetap bisa dilayani.
“Pelayanannya sangat bagus mas, saya sangat terbantu sekali dengan hadirnya BPJS Kesehatan, setelah saya cari tahu lebih lanjut ternyata BPJS bisa digunakan di FKTP diluar tempat kita terdaftar apabila kita sedang berkunjung ke luar kota untuk suatu urusan dan kita bisa gunakan maksimal 3 kali kunjungan untuk berobat, aturan tersebut sangat membantu bagi peserta JKN-KIS lainnya yang kasusnya sama seperti saya, tiba-tiba jatuh sakit ketika diluar kota dan jauh dari FKTP tempat kita terdaftar,” ucap Dodi saat dijumpai oleh tim Jamkesnews, Jumat (18/03).
Semenjak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ditahun 2014, total manfaat yang didapat oleh Dodi dari Program JKN-KIS ini tidak kurang dari 3 kali dan semuanya lancar tanpa ada kendala yang berarti dan yang paling penting adalah tidak ditarik iur biaya sedikitpun. Diakhir perbincangan, Dodi berharap kedepannya Program JKN-KIS dapat menjadi program yang semakin baik lagi dan berkualitas karena ia yakin banyak sekali dan tidak sedikit masyarakat Indonesia yang terbantu dengan adanya program ini.(MN/cp)
Dengan Program JKN-KIS, Lindungi Kita Dimana Saja












