KAB. BANYUWANGI, potensinusantara.co.id – – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyaksikan pencanangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di 2 desa di Kabupaten Banyuwangi oleh kepala desa dan perangkat desa. Pencanangan Desa Kepundungan dan Desa Watukebo menambah kembali daftar desa yang sudah menjadi model DRPPA pada 2021, dengan harapan akan terus bertambah ke depannya sehingga upaya mempercepat perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat tercapai.
Dikatakan Menteri Bintamg, Kab. Banyuwangi memiliki 189 desa dan 28 kelurahan. Besar harapan melalui pencanangan model DRPPA yang kita bentuk di dua desa yakni Desa Kapundungan dan Desa Watukebo ini dapat direplika di desa lain di Kab. Banyuwangi. Kalau ini sudah berhasil dan direplikasi di 187 desa yang ada di Kab. Banyuwangi, tentu kami akan apresiasi dan dukung penuh komitmen tersebut.
Menteri Bintang menekankan perempuan di desa khususnya, perlu didorong dan didukung untuk melakukan perubahan dan perbaikan di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat, salah satunya melalui Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2020.
“DRPPA memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi inovasi baru dalam pembangunan nasional yang inklusif serta ramah perempuan dan anak. Seperti yang kita ketahui, desa menjadi ujung tombak dari pembangunan nasional. DRPPA juga berperan penting dalam mengentaskan berbagai permasalahan perempuan dan anak dari hulu hingga ke hilir,” tutur Menteri Bintang. Jumat (12/11/2021).
Hingga 2021, DRPPA sudah terbentuk di 5 Provinsi, 5 Kabupaten dan 10 Desa. Kemen PPPA terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan Model DRPPA hingga tahun 2022.
“Sejalan dengan DRPPA kami juga melakukan upaya peningkatan kapasitas perempuan terutama melalui pelatihan kepemimpinan perempuan termasuk pendampingan secara berkelanjutan, yang difokuskan pada perempuan perdesaan bekerjasama dengan lembaga masyarakat. Untuk mengembangkan sebuah desa menuju Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, seluruh perangkat yang ada di desa, khususnya perempuan dan anak perlu terlibat. Tak kalah penting juga, dukungan dan bantuan dari seluruh pemangku kepentingan dan perangkat desa, khususnya untuk mengawal implementasi program dan memastikan semua strateginya berjalan sebagaimana yang kita semua harapkan,” tutur Menteri Bintang.
Kegiatan rembug desa terkait dengan DRPPA ini, menurut Menteri Bintang tidak terlepas dari upaya menyosialisasikan terkait 5 isu prioritas arahan Presiden terkait perempuan dan anak.
Menteri Bintang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan terkait perempuan dan anak.
“Salah satu upaya pemerintah Banyuwangi untuk perlindungan perempuan adalah melalui Ruang Rindu, yang memberikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Kami percaya jika perempuan sudah berdaya secara ekonomi, maka masalah pengasuhan, perlindungan dan kekerasan dapat sekaligus terselesaikan. Pada kesempatan ini juga kami meminta bantuan kepada pemerintah daerah mulai dari bupati hingga kepala desa melalui regulasi dan kebijakan di daerahnya masing-masing. Kehadiran kepala desa perempuan dari Desa Kepundungan dan Desa Watukebo juga memberikan dampak yang cukup signifikan dalam memberikan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ucap Menteri Bintang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Mujiono mengatakan membangun dari desa untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkontribusi positif bagi masa depan perempuan dan anak.
“Pencanangan Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sama dengan upaya menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak mulai dari desa. Dengan begitu, maka kita sudah mendukung pembangunan perempuan dan anak dalam berbagai bidang. Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk mencanangan 2 (dua) pilot project DRPPA yaitu; Desa Kepundungan, Kecamatan Srono dan Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. Kedua desa tersebut merupakan dua dari 189 desa di Kab. Banyuwangi,” ujar Mujiono
Terkait dengan bentuk dukungan dan implementasi DRPPA di Kabupaten Banyuwangi, Mujiono menyampaikan beberapa program yang akan dilakukan diantaranya; SAKINA; Lahir Procot Pulang Bawa Akte; Smart Kampung; Musrembang Perempuan dan Anak; Duta Perkawinan; Banyuwangi Children Center; dan Ruang Rindu. “Harapan kami ke depan, dengan adanya DRPPA di Kabupaten Banyuwangi dapat membantu menyelesaikan permasalahan gender serta meningkatkan peran aktif perempuan terutama dalam bidang politik, pengambilan keputusan, dan pemberdayaan perempuan. Kami juga akan berupya agar model DRPPA ini dapat di replikasi oleh 189 desa secara keseluruhan di Kabupaten Banyuwangi,” imbuh Mujiono.
Kepala Desa Kapundungan dan Kepala Desa Watukebo merupakan 2 dari total 10 kepala desa perempuan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dalam penyampaian pencanangan DRPPA, kedua kepala desa tersebut mengungkapkan komitmen dan dukungan penuh terhadap DRPPA. Selama ini berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh kedua kepala desa tersebut dalam rangka mendukung implementasi 5 isu prioritas arahan Presiden kepada Kemen PPPA terkait dengan perempuan dan anak di masing-masing desa.
“Kami di Desa Kapundungan akan mendukung penuh DRPPA ini. Berbagai upaya terkait dengan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan telah kami lakukan. Besar harapan agar dengan adanya DRPPA ini dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan anak,” ujar Kepala Desa Kapundungan, Tri Martila Sukma.
Kepala Desa Watukebo, Sri Muni Eka Diana juga menyampaikan dukungannya dengan pencanangan DRPPA, besar harapan agar DRPPA ini dapat berjalan dengan maksimal dan kedua desa dapat memenuhi harapan dan target yang ingin dicapai. Sri mengatakan melindungi perempuan dan anak merupakan tanggungjawab bersama yang dapat dilakukan dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak.(Guffe).












