Konferensi Koordinator Cabang PMII Jatim ke-24 Digelar di Banyuwangi

banner 468x60

BANYUWANGI – Potensinusantara.co.id – Konferensi Koordinator Cabang atau Konkoorcab XXIV Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jawa Timur, digelar di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 22 sampai 28 Agustus 2022 itu diawali dengan acara pembukaan di Ballroom Hotel Aston Banyuwangi pada pukul 20:00 WIB.

Konkoorcab XXIV mengangkat tema “Pembangunan dan Demokrasi dalam Harmoni Pergerakan”. Acara pembukaan dihadiri oleh sekitar 500 kader PMII. Mahasiswa-mahasiswi itu datang dari berbagai penjuru provinsi Jatim.

Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masih ada kader PMII lainnya yang dalam perjalanan menuju Banyuwangi untuk menghadiri konferensi ini.

“Pada kesempatan malam hari ini merupakan mungkin menjadi sambutan saya yang terakhir selaku ketua PKC PMII Jatim. Di tengah kepengurusan yang menjadi sejarah panjang saya ada sekitar 4 tahun mengurusi PMII Jawa Timur. Sahabat-sahabat selamat datang di Kabupaten Banyuwangi,” kata Abdul Ghoni, lelaki kelahiran Banyuwangi itu.

Sementara itu hal yang sama juga diutarakan oleh Cak Thoriq, sapaan akrab Bupati Lumajang sekaligus Ketua IKAPMII Jawa Timur. Pergantian ketua PMII merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan untuk keberlanjutan kaderisasi estafet kepemimpinan.

“Maka sekali lagi sahabat sebagai kader PMII harus bertanggung jawab. Bahwa Kader PMII hari ini tidak sekadar menyelesaikan tantangan hari ini. Tapi menghadapi tantangan masa yang akan datang,” kata H. Thoriqul Haq, S.Ag, MM.

PMII Sendiri merupakan salah satu organisasi yang memiliki fungsi dalam kontrol kinerja pemerintah dan memiliki jiwa yang kritis, salah satunya yakni mengawal setiap kebijakan atau aturan yang di keluarkan pemerintah.

“Terkadang selain berfikir kritis juga sering melakukan aksi demonstrasi ke pemerintah selaku pengambil kebijakan, begitulah peran kader PMII,” lanjutnya.

“Kritisisme kalian menjadi bekal suatu saat nanti begitu kalian menjadi bagian dari pengambil kebijakan. Itu landasan kalian dari bagaimana berkebijakan atas kritisisme yang kalian bangun. Kalau hari ini kritisisme itu dihambat, jangan lelah untuk demonstrasi.” ujarnya.

Sebagai almuni PMII, Cak Thoriq berpesan, ruang terbuka ini bukan untuk mengeksploitasi diri para kader sebagai mahasiswa. Tapi lakukan langkah-langkah demonstrasi dengan cara-cara terhormat.

Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Banyuwangi beserta Forkopimda, PCNU Banyuwangi, serta pengurus organisasi gerakan mahasiswa lainnya yakni HMI dan IMM.
(r)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *