Banyuwangi Jawa Timur potensinusantara.co.id – Harapan warga Kecamatan Pesanggaran untuk memiliki jembatan penghubung yang kuat dan tahan lama semakin menjadi kenyataan. Rencana pembangunan Jembatan Sungai Lembu kini memasuki tahapan krusial, di mana seluruh dokumen perencanaan telah selesai melalui proses pengecekan dan penilaian kelayakan. Setelah dinyatakan memenuhi semua syarat, proyek andalan daerah ini akan segera dibuka proses lelangnya paling lambat dalam pekan ini juga.
Sebagaimana diketahui, akses penting ini sempat putus total setelah diterjang banjir besar pada pertengahan Juli 2025 lalu. Aliran air yang deras dan material terbawa arus menyebabkan struktur jembatan lama ambles dan tidak dapat digunakan kembali. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bertindak cepat dengan membangun jalur penghubung sementara. Mulai dari jembatan untuk kendaraan roda dua yang selesai hanya dalam hitungan hari, hingga jembatan baja yang dapat dilewati kendaraan berat. Fasilitas tersebut terus difungsikan sebagai solusi darurat selama persiapan pembangunan bangunan tetap disusun secara matang.
“Kami pastikan proses lelang akan segera dimulai, paling lambat minggu depan sudah berjalan. Semua tahapan verifikasi dokumen yang menjadi syarat utama sudah selesai kami laksanakan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman Banyuwangi, Cahyanto, saat memberikan keterangan pada Selasa (28/04/2026).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat atas waktu persiapan yang dirasa cukup lama. Menurutnya, hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap aspek pembangunan telah dipertimbangkan dengan baik demi keamanan dan kenyamanan pengguna.
“Kami menyadari betapa vitalnya peran jembatan ini, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kelancaran kegiatan perekonomian warga. Oleh karena itu kami mohon pengertiannya, karena kami mengerjakan semuanya dengan ketelitian tinggi agar hasilnya benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Nantinya, jembatan baru akan dibangun dengan ukuran lebar 6 meter serta memiliki bentang sepanjang 14 meter. Konstruksinya didesain khusus agar mampu menahan beban berat dan tekanan arus air, menggunakan pondasi tiang pancang yang tertanam kuat di dasar sungai. Sementara struktur badan dan lantannya dibuat dari bahan beton bermutu tinggi yang dikenal memiliki daya tahan lebih baik terhadap perubahan cuaca dan lingkungan.
Cahyanto menjelaskan bahwa proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah, sehingga prosesnya harus melalui pengawasan ketat dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pengecekan menyeluruh yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah untuk memastikan kesesuaian antara rencana teknis, perhitungan biaya, hingga manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat luas. “Peninjauan yang kami lakukan juga mempertimbangkan kondisi terkini, termasuk perubahan harga bahan bangunan dan bahan bakar yang sempat berfluktuasi. Hal ini dilakukan agar anggaran yang disusun tepat sasaran dan tidak ada kekurangan maupun pemborosan dalam pelaksanaannya,” pungkasnya.
Berkas yang telah diverifikasi tersebut kini sudah siap diserahkan ke bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk diproses lebih lanjut. Apabila seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala, pemenang lelang diproyeksikan sudah dapat ditetapkan paling lambat dua minggu ke depan. Lebih dari sekadar aturan administrasi, seluruh rangkaian proses ini juga dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin transparansi, akuntabilitas serta kualitas terbaik dari setiap proyek yang dibangun untuk kepentingan rakyat.
(MSP)












