Wacana Cair Oktober, Driver Ojol Kalibata City Penyaluran Bantuan BLT BBM Jangan Hanya Janji Manis

banner 468x60

JAKARTA – Potensinusantara.co.id – Pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai atau BLT BBM Rp600.000 terus diupayakan dengan cepat dan tepat sasaran ke berbagai daerah guna mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan anggaran sebesar Rp12,4 triliun untuk BLT yang akan disalurkan kepada 20,65 juta penerima.

Bantuan BLT BBM disalurkan kepada kepada warga miskin dan pekerja gaji di bawah Rp 3,5 juta. BLT BBM untuk warga miskin dan pekerja bernilai masing-masing Rp 600 ribu per penerima.

Tak hanya itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022, BLT ojol dan UMKM menggunakan dana transfer umum untuk periode Oktober hingga Desember 2022. Artinya, pengendara ojek dan ojek online (ojol) juga kebagian bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM).

Namun yang di ungkapkan oleh para Ojol yang terbiasa mangkal di depan Apartemen Kalibata City mengungkapkan Pemerintah jangan hanya janji manis kepada rakyat. “Pemerintah kebanyakan janji manis bang, BBM naik langsung Program bantuan bansos nongol, seolah biar warga diam dapat bantuan dari pemerintah, justru hampir banyak warga miskin terlupakan itulah pemerintah jaman sekarang,” ujarnya.

Disisi lainnya sejumlah elemen masyarakat Kota Depok yang mengatasnamakan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) datangi Kantor Pemerintah Kota Depok, Kamis (29/09). Dalam orasinya “BBM Sudah Naik, Pastikan Semua Rakyat Miskin Mendapatkan BLT”, tertulis spanduk yang dibentangkan Pendemo.

Mereka bertanya kepada Pemerintah Kota Depok apa sebab 230 warga miskin yang melapor ke DKR ini tak kunjung mendapatkan BLT penyesuaian BBM. Padahal, berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok dari 92.124 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan BLT BBM, sudah 98,87 persen yang disalurkan.

Hanya menyisakan 1.116 KPM yang belum menerima bantuan. Lalu bagaimana dengan nasib 230 warga miskin yang tidak terdata kedalam program keluarga harapan (PKH) pusat yang disalurkan melalui Kemensos RI.

Kondisi ini yang membuat kawatir kaum emak-emak tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk demo. Sebagaimana disampaikan Kirana, wanita lansia yang ikut demo saat ditemui RRI dilokasi. “Harapan saya semoga aspirasi DKR Kota Depok untuk masyarakat yang miskin ini diterima oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinsos Kota Depok. Supaya warga yang benar-benar miskin itu dapat bansos,” tutur Kirana.

Ia menambahkan, “Dari dulu saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun,” tambahnya.(Rizky)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *