Banyuwangi, potensinusantara.co.id – 24 Juli 2025 Dinamika seleksi perangkat desa di Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi memicu gelombang keresahan dari peserta dan warga setempat. Proses yang seharusnya berlangsung transparan dan menjunjung integritas justru dinilai penuh kejanggalan. Desakan agar dibentuknya Tim Investigasi Independen kini semakin menguat, sebagai respons terhadap ketidakjelasan tahapan seleksi dan hasil akhir yang dipertanyakan.
Seleksi perangkat desa untuk jabatan kepala dusun Sumberayu yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Sumber Beras menjadi sorotan setelah sejumlah peserta melaporkan adanya ketidaksesuaian antara nilai ujian dan pengumuman akhir. Tak sedikit yang merasa adanya ketimpangan informasi dan perlakuan yang tidak merata.
“Kami mengikuti tahapan sesuai prosedur, tapi hasilnya sangat tidak mencerminkan objektivitas. Tidak adanya technical meeting sebelum diadakannya uji kompetensi, mengindikasikan ketidak profesionalnya panitia dan jadi ajang formalitas saja,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Warga pun mulai akhirnya mempertanyakan transparansi panitia, terutama dalam hal pengawasan, penilaian, dan validasi akhir. Dugaan adanya intervensi non teknis semakin memperkeruh suasana.
Dalam aspirasi bersama, peserta seleksi meminta agar dibentuk sebuah Tim Pencari Kebenaran dan Keadilan yang independen dari pemerintah desa maupun panitia lokal. Tim tersebut diharapkan melakukan audit menyeluruh atas proses seleksi, termasuk. Peninjauan nilai dan dokumen peserta
Evaluasi tahapan seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara
Akibat dari itu semua menimbulkan tekanan dari warga terus yang meningkat, dengan ancaman akan melibatkan media dan kalangan tokoh masyarakat untuk mengadukan ke instansi pengawasan di tingkat kabupaten jika tidak ada tindak lanjut.
“Perangkat desa adalah pelayan masyarakat. Jika sejak awal pemilihannya penuh keraguan, bagaimana mungkin ia bisa dipercaya?” ungkap seorang tokoh masyarakat
(MSP)












