Ridwan : Tidak Ragu Lagi Ke Fasilitas Kesehatan Sejak Ada JKN-KIS

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – potensinusantara.co.id – Suatu penyakit adalah risiko bagi setiap orang yang cukup menguras tenaga, pikiran dan biaya. Banyak cara untuk meminimalisasi diri kita dari terkenanya suatu penyakit, diantaranya mulai dari vaksinasi, olah raga yang teratur, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, dan masih banyak lagi. Sejak munculnya pandemi virus Covid-19 di Indonesia yang menyerang sistem imun seseorang, masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh sehingga tetap terjaga sistem imunnya. Selain cara diatas kita juga jangan melupakan pentingnya jaminan kesehatan sehingga risiko biaya yang tinggi akibat terkena penyakit, khususnya penyakit katastropik dapat dihindari.
Peribahasa sedia payung sebelum hujan mungkin dapat menggambarkan suatu sistem jaminan kesehatan. Mempersiapkan segala sesuatu untuk menanggulangi risiko yang terjadi merupakan hal yang terkadang dilupakan oleh orang banyak. Ketika sudah mengalaminya barulah ditangani, hal tersebut akan menimbulkan kerugian yang lebih besar dibandingkan kita telah mempersiapkan diri akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Hadirnya Program JKN-KIS di Indonesia menjadikan masyarakat Indonesia memiliki jaminan kesehatan secara keseluruhan tanpa dibeda-bedakan. Dengan program tersebut masyarakat Indonesia terlindungi kesehatannya dan juga tidak mengeluarkan biaya yang ditimbulkan dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
Salah satu peserta JKN-KIS yang ingin membagikan pengalaman betapa bermanfaatnya memiliki jaminan kesehatan adalah Ridwan (37 tahun) seorang karyawan swasta. Kesehariannya Ridwan bekerja sebagai petugas keamanan, tuntutan pekerjaan terkadang membuat dirinya sering berjaga malam sehingga timbul rasa lelah dan tidak jarang jatuh sakit. Sebelum mendapatkan pekerjaan, Ridwan enggan pergi berobat ke fasilitas kesehatan karena khawatir akan biaya yang ditimbulkan. Barulah pada tahun 2015, saat dirinya mendapatkan pekerjaan dan didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS pada segmen peserta Pekerja Penerima Upah atau yang disingkat PPU, Ridwan mendapatkan jaminan kesehatan sehingga tidak ragu lagi untuk berobat di fasilitas kesehatan menggunakan manfaat dari Program JKN-KIS.
“Saya sungguh bersyukur dan merasa terbantu sekali dengan adanya Program JKN-KIS, saya yang awalnya sebelum bekerja dan belum memiliki jaminan kesehatan ragu rasanya untuk pergi ke rumah sakit atau puskesmas karena biaya yang timbul tidak dapat kita duga sebelumnya, kini saya sungguh merasa lega karena sudah bisa dilindungi oleh jaminan kesehatan yang telah didaftarkan oleh kantor tempat saya bekerja, karena jujur pendapatan yang saya terima setiap bulan memang hanya cukup untuk keperluan sehari-hari saja namun jikalau sudah jatuh sakit belum tentu ada biaya pengobatannya,” ucap Ridwan saat ditemui oleh tim Jamkesnews, Rabu (23/3).
Ridwan menambahkan bahwa dirinya merasa kalau semenjak hadirnya Program JKN-KIS ini banyak masyarakat yang tidak ragu untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk berobat hal ini menjadikan tingkat kesehatan masayarakat Indonesia menjadi meningkat dan selaras itu juga tingkat kemiskinan pun juga menurun karena masyarakat tidak lagi terlilit biaya pengobatan yang tinggi. Ridwan berharap agar masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta, karena BPJS Kesehatan telah menfasilitasi peserta dari segmen apapun baik yang mampu dapat menjadi peserta mandiri maupun yang tidak mampu menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran sehingga tidak ada lagi kendala untuk tidak mendaftar.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *