Ribuan Penari Gandrung Tampil Memukau di Gandrung Sewu Banyuwangi 2022

banner 468x60

Banyuwangi, potensinusantara.co.id- Pagelaran Gandrung Sewu 2022 resmi dihelat kembali secara offline setelah sebelumnya pada tahun 2021 digelar secara hybrid melalui virtual saat kondisi pandemi. Festival seni budaya ini diadakan di bibir Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022).

Gandrung Sewu adalah pegelaran tari tradisional Gandrung Banyuwangi secara massal yang melibatkan penari sebanyak seribu orang bahkan lebih. Sewu memiliki arti seribu. Event ini merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival (B-Fest).

Event yang diadakan sejak tahun 2011 ini sekarang telah resmi masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 yang diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bila tahun kemarin bertajuk Gandrung Sewu Nusantara, maka tahun ini bertajuk Gandrung Sewu Internasional dengan mengangkat tema Sumunare Tlatah Blambangan atau Kemilaunya Bumi Blambangan.

“Mudah-mudahan dengan diselenggarakannya Gandrung Sewu secara offline ini mengembalikan semangat berbudaya dan semangat gotong-royong untuk membangun Kabupaten Banyuwangi,” ucap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Festival Gandrung Sewu bukan hanya peristiwa biasa, kata Ipuk, Namun menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan daerah meregenerasi pecinta dan pelaku seni tradisi.

Turut hadir pula Staf Ahli Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Kurleni Ukar, Kemenparekraf RI dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, Perwakilan Gubernur Jatim, dan Forkopimda Banyuwangi.

“Gandrung Sewu kembali masuk Kharisma Event Nusantara sebagai upaya Kemenparekraf untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event daerah,” kata Kurleni Ukar.

Pihaknya menambahkan, kegiatan ini membangkitkan kembali semangat para penggiat budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dalam memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah dan nasional.

Pemerintah Kabupaten memberikan penghargaan dan rasa terima kasih tak terhingga kepada para budayawan, di antaranya almarhum Bapak Budianto (salah seorang inisiator Gandrung Sewu) dan almarhum Bapak Sumitro Hadi (sutradara Gandrung Sewu).

Setelah sesi sambutan, acara kemudian dilangsungkan pagelaran tari dan pertunjukan kolosal yang menceritakan Kerajaan Blambangan di abad ke-16 ketika terkena wabah atau pagebluk.

Sebanyak 1.248 talent penari gandrung yang datang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi tampil di pesisir pantai berlatar Selat Bali saat senja.

Tak hanya tari Gandrung saja, melainkan ada tradisi kesenian Banyuwangi lain yang ikut tampil seperti barong osing, barong kumbo, jaranan buto, kebo-keboan, terbang kuntulan, serta gamelan sebagai pengiring.
(r)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *