Refleksi Kebangsaan Di Lapas Banyuwangi Pancasila Sebagai Pedoman Hidup

banner 468x60

potensinusantara.co.id

Banyuwangi Jawa Timur
Di atas tanah yang telah menyaksikan sejarah panjang sebuah bangsa, dalam hembusan angin yang membawa gema perjuangan, Pancasila kembali disuarakan bukan sekadar rangkaian kata dalam lembar konstitusi, tetapi sebagai jiwa yang menghidupi dan menuntun negeri ini

Di kabupaten Banyuwangi, dalam kemegahan pagi yang penuh makna, Lapas Kelas IIA Banyuwangi menggelar upacara bendera sebagai bentuk penghormatan atas Hari Lahir Pancasila, sebuah peringatan yang tak hanya membangkitkan kenangan, tetapi juga meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa

Di hadapan petugas dan warga binaan, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi.Dalam tiap katanya, tersirat pesan yang menggugah kesadaran, 02 Juni 2025 Banyuwangi Jawa Timur

“Pancasila bukan sekadar dokumen hukum, tetapi fondasi yang menjaga bangsa ini tetap tegak dalam setiap ujian zaman. Ia adalah pedoman, lentera yang menerangi jalan kita dalam membangun kehidupan yang penuh kehormatan dan keadilan,” tutur Wayan

 

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapas Banyuwangi menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan dapat tumbuh di mana pun termasuk di tempat yang dijadikan ruang perenungan dan pembinaan. Warga binaan tak sekadar menjadi saksi, tetapi juga bagian dari perjalanan bangsa, menghidupi nilai-nilai Pancasila sebagai cahaya yang membimbing mereka kembali kepada masyarakat

“Dalam lima sila terkandung pesan yang kuat bahwa keberagaman bukan pemisah, tetapi pemersatu. Bahwa keadilan bukan sekadar mimpi, tetapi tujuan yang harus diperjuangkan bersama. Jika kita ingin melihat Indonesia yang lebih maju, kita harus menjadikan Pancasila sebagai roh dalam setiap keputusan dan tindakan kita,” lanjut Wayan dalam pidatonya.


Lebih dari sekadar upacara seremonial, momentum ini menjadi pengingat bahwa bangsa ini memiliki sebuah komitmen yang harus selalu diperbarui. Di dalam dinding Lapas,kesadaran kebangsaan terus ditanamkan, membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya milik mereka yang berada di luar sana, tetapi juga menjadi harapan bagi mereka yang tengah memperbaiki langkah

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapas Banyuwangi bukan sekadar peristiwa rutin, tetapi suatu refleksi tentang makna kebangsaan yang tak boleh pudar. Pancasila bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi di dalam ruang pemerintahan, di tengah masyarakat, bahkan di tempat pembinaan seperti ini
“Marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” pungkas Wayan

(MSP)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *