JAKARTA, potensinusantara.co.id – Aksi Pengacara Fritz Alor Boy menjadi sorotan lantaran memprotes pemberlakuan tarif parkir bagi pengemudi ojek online atau ojol di kawasan Polda Metro Jaya.
‎
‎Aksi tersebut terekam dalam video yang diunggahnya di di media sosial, pada Senin (10/8/2026).
‎
‎Dalam video itu, Fritz terlihat mengenakan pakaian berwarna hijau dan topi.
‎
‎Ia diduga terlibat perdebatan dengan seorang petugas Provos/Polri terkait aturan parkir di lingkungan Polda Metro Jaya.
‎
‎Fritz mempertanyakan dasar aturan yang digunakan untuk menarik tarif parkir di kawasan tersebut.
‎
‎Ia juga menyoroti pengemudi ojol yang hanya masuk ke area Polda Metro Jaya untuk mengantar atau menjemput penumpang maupun barang.
‎
‎Menurut Fritz, pengemudi ojol biasanya hanya berada di lokasi dalam waktu singkat.
‎
‎Karena itu, ia meminta agar mereka tidak dibebani tarif parkir.
‎
‎Fritz juga meminta pengemudi ojol yang hanya mengantar atau menjemput dapat langsung keluar dari kawasan Polda Metro Jaya setelah menyelesaikan keperluannya.
‎
‎Perdebatan Fritz dengan petugas sempat berlangsung tegang.
‎
‎Ia juga memprotes ucapan petugas yang dinilainya tidak pantas.
‎
‎Fritz kemudian meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pimpinan Polda Metro Jaya.
‎
‎Ia menilai fasilitas di lingkungan lembaga negara seharusnya memberikan kemudahan bagi masyarakat.
‎
‎Terlebih bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojol.
‎
‎Fritz juga menyinggung kewajiban masyarakat dalam membayar pajak.
‎
‎Menurutnya, masyarakat yang telah menjalankan kewajibannya seharusnya mendapatkan kemudahan dalam mengakses fasilitas publik.
‎
‎”Lembaga negara seharusnya membantu masyarakat, bukan semakin menyusahkan rakyat,” demikian inti pernyataan Fritz dalam video tersebut.
‎
‎Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait protes Fritz Alor Boy.
Protes Tarif Parkir, Fritz Alor Boy Terlibat Cekcok dengan Provos Polda Metro Jaya












