JAKARTA TIMUR – potensinusantara.co.id – Pola hidup sehat masyarakat dengan cara berolahraga kini sudah digandrungi berbagai kalangan. Tidak hanya orang tua namun anak – anak muda juga sudah menyadari arti pentingnya menjaga kesehatan. Tidak dipungkiri saat kita berolahraga, bisa saja mengalami sebuah cidera, baik itu ringan maupun parah. Dengan adanya hal tersebutlah betapa pentingnya kita memiliki jaminan kesehatan. Salah satu peserta yang mengalami hal diatas adalah Rangga Rio Admi (29 Tahun) seorang wiraswasta yang memiliki hobi bermain futsal.
“Kronologisnya sekitar bulan April 2018 sewaktu bermain futsal, saya berlari membawa bola, tiba-tiba badan memutar arah ke kiri namun kaki kanan masih menapak ditanah sehingga lutut memaksa bergeser dan timbul bunyi pop yang mengakibatkan pembengkakan di lutut, sesampainya dirumah, saya hanya mengompres lutut sampai bengkak mengempes dan istirahat berolahraga,” ucap Rangga saat dikonfirmasi oleh tim jamkesnews via telepon pada Kamis (5/8).
Rangga menceritakan bahwa pada bulan Juli 2018, dirinya memulai pengobatan dengan mengunjungi Puskesmas Kecamatan Cengkareng. Disana Rangga melakukan tindakan rontgen awal pada bagian lutut dan diberikan obat selama dua minggu namun lututnya pun belum juga membaik sehingga pada akhirnya dirujuk ke RSUD Cengkareng pada bulan Agustus 2018. Saat perawatan di RSUD Cengkareng ternyata Rangga perlu penanganan yang lebih lanjut sehingga perlu dirujuk kembali ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Saat berada di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dilakukan tindakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) pada lutut Rangga untuk mengetahui diagnosa awal penyakit dan setelah hasil MRI keluar ia didiagnosa terdapat masalah pada ligament cruciatum anterior (ACL) dan posterior cruciate ligament (PCL) yang memerlukan tindakan operasi dan dijadwalkan operasi tersebut pada Bulan Februari 2019.
“Sangat terbantu sekali dengan adanya Program JKN-KIS, asalkan mengikuti prosedur yang berlaku, tidak ada yang menyusahkan, semuanya lancar-lancar saja namun yang pastinya butuh kesabaran dan kalau dihitung-hitung tindakan operasi saya kemarin bisa menghabiskan biaya kurang lebih 55 juta rupiah, bukan biaya yang sedikit untuk dikeluarkan, apabila tidak ada Program JKN-KIS saya tidak tahu lagi harus mendapatkan biaya sebesar itu darimana, saya mengucapkan sangat berterima kasih kepada Program JKN-KIS,” tutup Rangga.
Rangga berharap kedepannya BPJS Kesehatan bisa terus berkembang untuk dapat selalu melayani peserta JKN-KIS serta lebih banyak lagi masyarakat yang menjaga kesehatannya sehingga dapat menjadikan Indonesia yang lebih sehat. Rangga juga tidak lupa mengingatkan kembali bagi para peserta JKN-KIS untuk selalu membayar iuran secara rutin setiap bulannya.(MN/cp)
Program JKN-KIS Bantu Operasi Lutut Rangga












