Banyuwangi, potensinusantara.co.id- Indonesia merupakan negara maritim yang berarti wilayah lautnya sangat luas. Hal ini membuat banyak penduduk Indonesia yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.
Salah satu wilayah di Indonesia yang penduduknya sebagian besar merupakan nelayan adalah di pesisir timur Jawa, seperti Banyuwangi. Daerah ujung timur pulau Jawa ini kental akan tradisi.
Para nelayan di wilayah itu memiliki tradisi adat yang digelar rutin setiap tahun, yaitu Petik Laut. Di berbagai daerah nelayan di Banyuwangi menggelar petik laut, mulai dari wilayah utara Bulusan, Blimbingsari, Muncar, Tegaldlimo, hingga di daerah pesisir selatan, Pesanggaran.
Setiap daerah pun memiliki ciri khas dalam menggelar tradisi Petik Laut. Salah satunya di Blimbingsari. Nelayan mengusung doa bersama atau tasyakuran yang diadakan di pinggir pantai Blimbingsari, Sabtu (27/8/2022) pagi hari.
Setelah dua tahun tak dilaksanakan akibat dampak pandemi, petik laut Blimbingsari tahun ini kembali digelar meriah yang dirangkai dengan berbagai kegiatan sekaligus untuk memperingati HUT Ke-77 RI.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan bersih-bersih pantai, karnaval, tasyakuran, kesenian jaranan, hadrah dan malam hari ada penampilan musik artis lokal Banyuwangi.
Wakil Ketua Panita Petik Laut Blimbingsari 2022, Fauzi, mengatakan tradisi petik laut Blimbingsari lambat laun tidak menggelar larung sesaji di lautan, para nelayan sekarang lebih mengutamakan doa bersama dan diakhiri menyantap makanan yang telah mereka siapkan.
“Masing-masing daerah di Banyuwangi punya tradisi petik laut sendiri. Kalau di petik laut Blimbingsari para nelayan tasyakuran, untuk mensyukuri atas rezeki yang kita dapat saat mencari ikan di lautan,” kata Fauzi.
Makanan yang mereka santap ini disebut “ancak” yang beralaskan pelepah pisang dan diatasnya disajikan hidangan hasil jerih payah para nelayan juga hasil bumi masyarakat sekitar.
Turut hadir, Camat Blimbingsari Abin Hidayat, menyampaikan harapan agar para nelayan selalu diberi keselamatan dan kemudahan saat mencari ikan di lautan.
“Petik laut ini kita rayakan setiap bulan suro atau muharom
untuk mensyukuri atas nikmat berkah. Harapan kita dengan rasa syukur kepada Allah, hasil tangkapan ikan nelayan bisa meningkat,” ujar Abin Hidayat kepada awak media.
(r)












