BANYUWANGI – Potensinusantara.co.id –
Kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas) tahun 2022 bertema “Kemampuan Pembacaan dan Penulisan Aksara Jawa” diiselenggarakan oleh Universitas Indonesia di Balai Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Daerah ini bisa jadi titik konsentrasi pemberdayaan kemampuan pembaca aksara Jawa. Lantaran orang-orangnya rata-rata berbahasa Jawa.
Pengenalan terhadap eksistensi aksara Jawa khususnya bagi masyarakat Desa Sumbermulyo dan Banyuwangi pada umumnya diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah kabupaten agar aksara Jawa kelak menjadi ciri khas Kabupaten Banyuwangi.
Hal ini bisa dimulai dengan menyediakan plang atau papan nama kantor dinas dan nama jalan di seluruh wilayah, meski jauh dari Pusat Kebudayaan Jawa Mataraman.
Kegiatan yang berlangsung dari hari Senin sampai Rabu (8-10/8/2022) ini membuat antusias warga Desa Sumbermulyo dan guru-guru SD yang mengikuti program sarasehan dan pengenalan, peserta merasa senang dan bahagia dengan diadakannya kegiatan Pengmas UI tahun ini.
Selaku Ketua Kegiatan, Dr. Darmoko, S.S., M.Hum mengungkapkan betapa pentingnya pemahaman aksara di Nusantara. “Untuk dapat menghayati dan memahami eksistensi aksara Jawa secara utuh dan menyeluruh diperlukan pengetahuan tentang perkembangan aksara-aksara di Nusantara,” jelasnya. Selasa (9/8/2022)
Salah satu mahasiswa Universitas Indonesia, Galang, berharap kegiatan ini dapat menunjang majunya kebudayaan serta ada tindak lanjut ke depannya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu lajunya kebudayaan masyarakat Banyuwangi dan melestarikannya melalui aspek keberaksaraan dan kebahasaan serta harus ada tindakan keberlanjutan secara komprehensif,” katanya.
Sangat kompleks, kegiatan ini turut menggandeng Bappeda Banyuwangi Dr. Kundofir, ST, M.Pd., Plt. Kepala Dispendik Kabupaten Banyuwangi Suratno, S.Pd., M.M, Kepala Museum Blambangan Bayu Ari Wibowo, S.S., Camat Pesanggaran, SatKorwildik Pesanggaran dan puluhan guru SD di wilayah Kecamatan Pesanggaran, serta tak lupa tokoh masyarakat.
(r)












