PANDEGLANG, potensinusantara.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah panglong atau tempat pengolahan kayu milik Karsan di Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026) dini hari. Kobaran api menghanguskan bangunan, sejumlah mesin produksi hingga ratusan kubik kayu.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang warga bernama Kopang disebut menjadi salah satu saksi yang pertama kali melihat kobaran api besar dari arah panglong.
Pemilik panglong, Karsan warga Ciburial, mengatakan saat kebakaran terjadi dirinya sedang tidak berada di lokasi. Ia tengah berada di Rumah Sakit Alinda, Panimbang, untuk mendampingi orang tuanya yang akan menjalani operasi.
“Saat kejadian saya sedang berada di Rumah Sakit Alinda Panimbang, menunggu orang tua yang mau dioperasi. Begitu mendapat kabar dan sampai di lokasi, kayu dan barang-barang lainnya sudah nyaris habis terbakar,” kata Karsan kepada Radar Nusantara, Jumat malam.
Menurut Karsan, kebakaran mengakibatkan sedikitnya tiga unit mesin sawmill beserta tiga unit mesin diesel hangus. Selain itu, kayu hasil gergajian serta sekitar 250 meter kubik kayu gelondongan yang belum diolah juga disebut ikut dilalap api.
Karsan memperkirakan total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp550 juta, termasuk bangunan panglong.
“Kalau dihitung keseluruhan, kerugiannya kurang lebih Rp550 juta, termasuk bangunan,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Cimanggu AKP Supardi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Desa Ciburial.
“Betul, di Ciburial,” kata AKP Supardi saat dikonfirmasi Radar Nusantara, Jumat malam.
AKP Supardi menjelaskan, api akhirnya berhasil dipadamkan dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Yon TP 842 dan BPBD Kabupaten Pandeglang wilayah Labuan. Proses penanganan kebakaran turut melibatkan personel Polsek Cimanggu, Koramil, Satpol PP serta masyarakat.
“Api dapat dipadamkan dengan dua unit pemadam kebakaran dari Yon TP 842 dan BPBD Pandeglang (Labuan), dibantu Polsek Cimanggu, Koramil, Pol PP dan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar serta tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
“Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, jangan mengolah lahan dengan cara membakar, jangan membakar sampah tanpa diawasi dan jangan membuang puntung rokok sembarangan,” imbau Supardi.
Dari informasi sementara yang diperoleh, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui.
Karsan sendiri mengaku belum dapat memastikan sumber api yang pertama kali memicu kebakaran. Karena itu, penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan lebih lanjut.












