Mutasi Besar Polri, dari 7 Kapolda Hingga Kepala BNPT

banner 468x60

JAKARTA – potensinusantara.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di Korps Bhayangkara. Total ada 473 perwira tinggi dan menengah yang dirombak Listyo pada akhir Maret lalu.
Mutasi tersebut tercantum dalam empat Surat Telegram Kapolri. Masing-masing surat tersebut adalah T/712/III/KEP/2023 sebanyak delapan personel, ST/713/III/KEP/2023 sebanyak 155 personel, ST/714/III/KEP 2023 sebanyak 193 personel, dan ST/715/III/KEP/2023 sebanyak 117 personel.

Pada mutasi besar-besaran ini, Listyo menunjuk tiga pejabat utama baru di Mabes Polri;

1. Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto dimutasi dalam rangka pensiun.

2. Irjen Fadil Imran yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya untuk mengisi posisi tersebut.

3. Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel menjadi Pati Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Kapolri juga memutasi

* Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) Brigen Moch Seno Putro dalam rangka pensiun. Posisi Seno akan digantikan oleh Kombes Nanang Chadarusman.

* Irjen Nico Afinta dari posisinya sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.

* Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo kini menempati posisi yang ditinggalkan Nico sebagai Sahlisosbud Kapolri. Selanjutnya, Wakapolda Metro Jaya kini dijabat Brigjen Suyudi Ario Seto.

Pada mutasi besar-besaran ini, Kapolri juga mutasi tujuh Kepala Kepolisian Daerah. Di antaranya adalah penunjukkan :

1. Irjen Karyoto sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan posisi Fadil Imran yang ditunjuk sebagai Kabaharkam.

2. Kapolda Sulawesi Tengah kini dijabat Irjen Agus Nugroho

3. Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus.

4. Irjen Helmy Santika sebagai Kapolda Lampung.

5. Irjen Angesta Romano Yoyol sebagai Kapolda Gorontalo

6. Brigjen Pipit Rismanto sebagai Kapolda Kalimantan Barat.

7. Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso sebagai Kapolda Sulawesi Selatan.

Listyo juga mutasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar sebagai Perwira Tinggi Densus 88 Antiteror Polri karena telah memasuki masa pensiun.

Boy Rafli memasuki masa pensiun pada bulan Maret lantaran usianya genap 58 tahun. Ia dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPT 1 Mei 2020 menggantikan Komjen Suhardi Alius.

“Saya kembali ke Densus ini kan pulang ke rumah. Kalau dari sisi usia kepolisian, saya sudah memasuki usia purnatugas, pensiun,” kata Boy.

Boy juga mengatakan dirinya akan lebih banyak terlibat di lembaga-lembaga non-formal setelah pensiun.

“Tentu kalau sudah memasuki purnatugas, tidak di struktural atau tidak di lembaga formal. Jadi banyak di lembaga non-formal. Kalau di lembaga non-formal itu kan sebagai masyarakat biasa,” paparnya.

Untuk menggantikan Boy, Listyo menunjuk Komjen Rycko Amelza Dahniel menggantikan posisi Boy sebagai Kepala BNPT. Ia bakal dilantik Presiden Jokowi minggu depan.

Padahal, sebelumya pada mutasi terbaru, Kapolri memutasi Rycko dari posisi Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri menjadi Pati Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. (sultan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *