MEDAN, poensinusantara.co.id – Munas FSPTSI KSPSI menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi pekerja nasional. Musyawarah Nasional (Munas) III Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia FSPTSI-KSPSI yang bernaung di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia KSPSI resmi menetapkan Jusuf Rizal secara aklamasi sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.
Kegiatan nasional ini berlangsung di Hotel Danau Toba Medan, Sumatera Utara, pada 17–18 Juni 2026, dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
Munas III FSPTSI-KSPSI berlangsung dengan dukungan penuh unsur pemerintah dan aparat daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi dan Kota Medan, Kepolisian, Kodim, serta Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Utara. Selain itu, turut hadir anggota DPR RI, pengurus serikat pekerja, serta perwakilan PUK, PC, dan PD dari berbagai provinsi seperti Riau, Aceh, hingga DKI Jakarta.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan posisi strategis FSPTSI-KSPSI dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional.
Munas secara aklamasi menetapkan Jusuf Rizal sebagai Ketua Umum FSPTSI-KSPSI periode 2026–2031. Keputusan ini mencerminkan konsolidasi internal organisasi dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dalam Munas ini, FSPTSI-KSPSI juga meluncurkan Program Pramudi Kamtibmas Mitra Polri (PRAKA POLRI). Program ini dirancang untuk mendukung kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat, khususnya di sektor transportasi jalan raya.
Organisasi ini telah membina lebih dari 4.000 pramudi angkutan mikrotrans JakLingko KWK di Jakarta. Selain itu, FSPTSI-KSPSI juga menyiapkan program peningkatan kompetensi, perlindungan sosial, serta penguatan ekonomi keluarga pekerja.
FSPTSI-KSPSI terus memperluas jangkauan organisasi melalui pembentukan Pengurus Unit Kerja (PUK) berbasis komunitas. Salah satunya adalah PUK Madas Nusantara yang mewadahi pekerja sektor informal seperti pedagang sate, kopi keliling, pedagang besi tua, hingga warung Madura.
Kelompok ini juga diarahkan menjadi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) pada BPJS Ketenagakerjaan.
Jusuf Rizal menegaskan tiga fokus utama organisasi ke depan, yaitu konsolidasi organisasi, konsolidasi program, dan konsolidasi jaringan. Ia menyoroti pentingnya penertiban penggunaan nama organisasi secara ilegal serta penguatan sistem data keanggotaan.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan, “Seiring dengan Revolusi Industri, FSPTSI-KSPSI terus meningjatkan kompetensi anggota serta melebarkan jangkauan PUK (Pengurus Unit Kerja) berdasarkan komunitas pekerja. Saat ini selain TKBM (Tenaga Kerja Bangkar Muat), Transpoetasi (Driver dan Ojek) maupun sektor pekerja sektor informal, seperti adanya PUK Madas Nusantara),” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indinesia (ASPBTKBMPSI) itu.
Munas III FSPTSI-KSPSI menandai babak baru gerakan pekerja Indonesia. Fokus pada perlindungan, kompetensi, dan perluasan jaringan menjadi strategi utama dalam menghadapi transformasi dunia kerja modern.












