KENDARI – potensinusantara.co.id – Kuliner khas Sulawesi Tenggara dari 17 kabupaten dan kota se-Provinsi Sultra dilombakan dalam rangka HUT Sultra yang ke-60.
Lomba makanan khas yang digelar sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Sultra tersebut berlangsung pada Sabtu (27/04)
Kegiatan lomba kuliner khas berlangsung di Aula Bahteramas Kompleks Kantor Gubernur Sultra, Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Selain melestarikan makanan khas daerah kabupaten/ kota se-Sultra, acara ini juga bertujuan mempromosikan kuliner lokal,” kata Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto.
“Yang kemudian diolah menjadi makanan yang menarik, bergizi, serta akan bernilai ekonomis tinggi,” jelasnya menambahkan.
Andap pun mengarahkan para peserta menjadikan potensi keragaman kuliner Sulawesi Tenggara menjadi kekuatan ekonomi yang bisa berdampak positif kepada masyarakat.
“Kita harus belajar dari industri budaya Korea. Sebagai contoh kita lebih mengenal makanan Toppoki, Bulgogi, Kimchi dibandingkan kuliner khas di sini seperti Kalambe, Kasoami, Parende, dan Kambewe,” jelasnya.
“Mari kita maksimalkan segala potensi sumber daya yang ada untuk menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Andap menambahkan.
Menurutnya, jika kuliner khas Sulawesi Tenggara terpromosikan dengan baik, maka bisa dilanjutkan dengan produksi massal.
“Setelah terpromosikan dengan baik, setelah itu kita produksi secara massal,” katanya.
“Tentu akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang akan menekan angka kemiskinan ekstrem dan tingkat penggangguran terbuka di Sultra,” lanjutnya.
Andap meninjau lomba kuliner khas Sulawesi Tenggara tersebut bersama Wakil Ketua I DPRD Sultra Herry Asiku dan Sekretaris Daerah atau Sekda Sultra Asrun Lio.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau TP-PKK Sultra, Waode Munanah Asrun Lio, begitupun Ibunda Andap, Nur Ainy.
Turut hadir pada kegiatan ini para bupati/ wali kota beserta Ketua TP-PKK kabupten/ kota se-Sultra serta pejabat lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto juga berkesempatan meninjau meja yang menghidangkan sajian makanan khas dari 17 kabupaten/ kota se-Sulawesi Tenggara.
Pemenang lomba Kuliner Sultra :
1. Kota Kendari (Juara 1) :
Salad Pokea, Mie Sagu, Ika Pinalulo Mokoni, Tahu Dina Lulo, Pururundawa Warahah, Puding Wanggola Wua Naga, dan Teh Warakah Mendidoha.
2. Kabupaten Buton Utara (Juara 2) :
Perangi Patola, Sup Asam Manis Kena, Sansaru Owinkeu, Lapa-Lapa Wakawondu, Tamea Ini, Katawai Linulu, Pambulu Tinumesi, Srikaya Kastela, dan Jus Merah Putih.
3. Kabupaten Wakatobi (Juara 3) :
Lokatu, Ubi Faturumbu, Sayoro Mozaik, Opa Tari Seaweeo, dan Sop Buah Kanduru.
4. Kota Baubau :
Sup Kajalona Konduru, Kambeww Wakawondu, Nasu Wolio Molagina, Katapai Kawana Kaobula, Puding Paratukala Maimpona, Kambana Kapaeya Pemeili, dan Jus Pepaya Buah Naga.
5. Kabupaten Konawe :
Salad Sayur Kota Padi, Nasi Singkong, Kapusu Nosu, Manu Nasu Wolio, Thay Pojalo, Manu Chunu Konawa, Ikane Dole, Sayur Asam Konduru, dan Sosulu Tamera.
6. Kabupaten Konawe Selatan :
Pizza Singkong, Nasi Berah Merah Pulen, Ikan Tenggiri Kuah Gulai, Rolade Tahu, Tuna Woku Rol, Rendang Jantung Pisang, Sate Aneka Seafood, Kepiting Saos Pedas Manis, Udang Bakar Madu, Dimsum Kepiting, Sate Lilit Ikan, Minuman Jasreh, Jus Pelangi, Puding Lumut dan Kelor Kelapa Muda, serta Puding Nutrijel Ubi Jalar Ungh.
7. Kabupaten Konawe Utara :
Wanggole Inusa, Tawaro Oheo Mpinalulu, Sop Bola Bola Labu, Tawanggole Nibaki, Sambal Goreng Kuli Wanggole, Uraa Takule, dan Tropical Konasara.
8. Kabupaten Konawe Kepulauan :
Sop Labu Kuning, Tahu Pelangi, Ayam Lewe Olo, Dendeng Daun Singkong, Sambal Goreng Daun Pisang, Kukus Pisang Zebra, Puding Kelor Buah, dan Air Secang.
9. Kabupaten Buton :
Singkong Pai Buah, Nasi Kagehu Kaitela, Ragouit Bangka, Kari Kenta Wara-Wara, Sup Krim Taeo, Paria Kambu, dan Puding Bunga Telang.
10. Kabupaten Buton Selatan:
Parende Cumi Udang, Lapa-Lapa, Kapusu Nosu, Manu Nasu Wolio, Thay Pojalo, Manu Chunu Konawa, Ikane Dole, Sayur Asam Konduru, dan Sosulu Tamera.
11. Kabupaten Buton Tengah :
Singkong Pai Buah, Nasi Kagehu Kaitela, Ragouit Bangka, Kari Kenta Wara-Wara, Sup Krim Taeo, Paria Kambu, dan Puding Bunga Telang.
12. Kabupaten Muna :
Sop Konduru Bola-Bola Kelor, Telur Singanga, Kadonte, Sayur Rebung Kamomo Kawanse, Kagule Katowono Kenta Pari, Lapa-Lapa, Ayam Kandara, Tempe Panggang Pedas, dan Puding Bola Ungu.
13. Kabupaten Muna Barat :
Medawa Kambu, Ghoti Karaimpo, Manu Katingkou Kauwei, Parende Bhangkeno Banggi, Pawu Kalei Katinga, dan Dhamere Kasinta.
14. Kabupaten Kolaka:
Adonge Sagu Gula, Bini Garang, Daging Kambatu Tinumisi, Manu Ninahu Tawaoloho, Ikan Pari Masak Kuah, Sayur Tinira Campur, dan Cinta Tamborasi.
15. Kabupaten Kolaka Timur :
Bola-Bola Ubi Jalar, Sinole, Tonowu Belut Batang Pisang, Ayam Tawaoloho, Sayur Tanggoreke, Gagape Tinira, dan Ikan Bini-Bini.
16. Kabupaten Kolaka Utara:
Lawa Ayam Kampung, Nasi Goreng Pisang Lilin, Nasi Liku, Lawa Ikan, dan Boi.
17. Kabupaten Bombana :
Sop Koniki Dinirea, Nidivi Puhu Nihela Inisisa Biti-Biti, Nilapa Ica, Inoti Kananasi, Riceu Kandora Uuu, Jus Fuampnam Nenas Gulaea, dan Gula Kelapa Waje.
Menutup arahannya, Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto juga mengingatkan kepada TP PKK untuk memperhatikan kasus stunting di masing-masing daerah.
Selain itu, melakukan intervensi untuk pencegahannya melalui pemberian asupan makanan bergizi serta memanfaatkan anggaran stunting yang ada dengan baik. (sultan)












