Ketika PHRI, Seniman, Dan Media Berpadu Menuju Untuk Wajah Seni Budaya Banyuwangi Guna Hadirkan Ekosistem Kreatif Baru

banner 468x60

Banyuwangi Jawa Timur, potensinusantara.co.id -Kolaborasi lintas sektor antara PHRI, komunitas seniman, dan media lokal mengemuka dalam forum diskusi pameran Semerbak Mewangi di galeri Ujung Timur Ketapang Banyuwangi yang di moderatori oleh Indah Tukiman dari Rumah Lentera. Ketua PHRI Banyuwangi, Zaenal Muttaqin SE, tampil dengan perspektif yang kuat mengenai pentingnya mengintegrasikan seni dalam dinamika industri pariwisata.

“Kami tidak ingin seni hanya tampil di atas panggung sesaat. Saya berharap seni terus hidup, hadir di ruang-ruang tempat wisatawan tinggal, seperti hotel dan homestay. Ini akan menjadi kekuatan diferensiasi Banyuwangi,” ujar Zaenal, Rabu 25 Juni 2025 Banyuwangi Jawa Timur

Menurutnya, keberadaan karya seni dalam ruang publik hotel bukan hanya memperindah tampilan, tetapi mampu menghadirkan pengalaman emosional dan nilai budaya yang melekat bagi tamu. Ia menambahkan, hotel dapat berfungsi sebagai ruang apresiasi dan edukasi, sekaligus sebagai media promosi seniman lokal.

PHRI secara organisasi juga siap memfasilitasi kerja sama konkret antara pengelola hotel dan para perupa dari pemajangan karya, kurasi bersama, hingga potensi pembukaan galeri mini di area hotel. Selain itu, ia mendorong agar galeri seni dapat dikelola profesional agar layak dijual sebagai bagian dari paket wisata budaya Banyuwangi.” Tamu yang datang tidak hanya membawa koper, mereka membawa rasa ingin tahu. Mari jawab rasa itu dengan karya,” tuturnya.

Ketua PWMOI Banyuwangi Moch Supriyanto, menambahkan bahwa inisiatif ini bukan hanya langkah kolaboratif biasa, tetapi juga pernyataan bersama bahwa seni lokal memiliki nilai strategis “Ketika seniman, media, dan sektor industri perhotelan berbagi visi, budaya akan tumbuh lebih cepat dan lebih kokoh, Kolaborasi itu bukan hanya soal tampil bareng, tapi soal mendesain ruang bersama sejak awal yang bisa menghidupkan semua lintas. Kalau tidak ada keberpihakan, seni hanya akan menjadi dekorasi sosial.” ujarnya

Seniman perupa Riyanto juga memberikan apresiasinya, menyebut kolaborasi ini sebagai awal dari ruang baru yang lebih menghargai proses kreatif.” Bagi kami, ini bukan hanya soal tempat memajang lukisan, ini adalah pengakuan bahwa kami bagian dari wajah Banyuwangi hari ini.” pungkasnya

(PWMOI Banyuwangi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *