Kader JKN Melayani Dengan Hati

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – potensinusantara.co.id – Masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS, salah satu pilihan yang masyarakat dapat pilih karena cakupannya dekat dikelurahannya sendiri yaitu Kader JKN. Salah satu Kader JKN BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur, Susilowati (52 Tahun) memiliki cerita tersendiri dan akan membagikan pengalamannya selama menjadi Kader JKN dari Kelurahan Penggilingan.

“Saya menjadi Kader JKN awal mulanya mendapatkan info lowongan dari media sosial BPJS Kesehatan, pertama-tama saya pahami dulu tugas menjadi Kader JKN, setelah mengetahui salah satu tugasnya adalah membantu mendaftarkan masyarakat menjadi peserta JKN dan sebelumnya juga saya telah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini, saya tidak ragu untuk mendaftarkan diri,” ujar Susi ketika dikonfirmasi oleh tim Jamkesnews via telepon, Jumat (30/7).

Kader JKN memiliki tugas untuk membantu mendaftarkan masyarakat menjadi peserta JKN-KIS, serta meningkatkan kolektabilitas iuran peserta JKN-KIS dengan cara mengingatkan peserta untuk membayar tagihan tepat waktu melalui channel pembayaran yang telah disediakan. Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, Kader JKN mengingatkan peserta yang menunggak melalui pesan singkat ataupun melalui sambungan telepon.

“Saya sempat sedih saat mendengar berita beberapa waktu yang lalu di media sosial bahwa BPJS Kesehatan punya debt collector melalui Kader JKN, disini saya mau meluruskan bahwa Kader JKN ini bukanlah debt collector, kami tidak pernah melakukan pemaksaan ketika melakukan konfirmasi kepada peserta dan selama menjadi Kader JKN, saya memberikan edukasi terkait Program JKN-KIS secara sabar dan lemah lembut,” ungkap Susi.

Susi menambahkan bahwa saat melakukan penagihan iuran kepada peserta dirinya hanya menginformasikan jumlah tunggakan peserta dan dimohonkan untuk dilakukan pembayaran karena kepesertaannya bisa tidak aktif sehingga tidak bisa digunakan untuk pelayanan kesehatannya, untuk pembayarannya pun dilakukan pada channel pembayaran yang telah disedia bukan dibayarkan kepadanya.

Diujung obrolan yang singkat tadi Susi berharap bahwa masyarakat dapat mengonfirmasi kebenaran suatu berita sehingga tidak menerima berita hoax serta mendorong kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk membayar iuran tepat waktu.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *