BANYUWANGI – Potensinusantara.co.id – Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng menggelar seminar bertajuk “Penggunaan Antimikroba Rasional” pada Sabtu (20/8/2022).
Seminar yang dilaksanakan di lantai 2 RSUD Genteng ini diikuti oleh seluruh Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, dan Kepala Klinik se-Banyuwangi, baik yang hadir secara langsung maupun lewat virtual dengan peserta kurang lebih 115 orang.
Antimikroba merupakan zat yang memiliki kemampuan untuk menghambat maupun mematikan pertumbuhan mikroba dengan toksisitas terhadap manusia relatif kecil. Banyak dari tumbuhan herbal yang dapat berperan sebagai antimikroba.
Penggunaan antimikroba rasional atau antimikroba secara bijak ialah penggunaan antibiotik yang sesuai dengan penyebab infeksi dengan regimen dosis optimal, lama pemberian optimal, efek samping minimal dan dampak minimal terhadap munculnya mikroba resisten.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang bijak. Seminar ini dimoderatori oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Hidayanto Perdana, Sp.JP.
Ada 4 narasumber yang dihadirkan. Sebagai keynote sepaker, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Departemen Mikrobiologi FK UGM, dr. R. Ludhang Pradipta, M.Biotech, Sp.MK membeikan materi dengan topik Antimicrobial Resistance yang hadir melalui virtual.
“Kalau infeksinya tidak teratasi dan penggunaan antibiotiknya asal-asalan, maka yang akan terjadi resistensi antibiotik (antimikroba). Maka harus dicegah, pertama kita harus sebisa mungkin kita hindari infeksi. Kalau itu konteksnya di rumah sakit dan terjadi infeksi maka guidline nya di rumah sakit itu seperti apa. Maka penggunaan rasionalitasnya teruji, kita akan memilih antibiotik mana yang tepat,” papar dr. R. Ludhang Pradipta, M.Biotech, Sp.MK.
Dokter dari FK Universitas Gadjah Mada itu mengapresiasi RSUD Genteng masuk kategori rumah sakit bersih. Harapannya, definisi bersih ini tidak hanya secara visual saja, Namun juga bersih betul sampai ke level mikroorganisme.
“Ini bagian dari kita mencegah. Jangan sampai lingkungan memperburuk kondisi pasien, lingkungan mempunyai andil terhadap resistensi antibiotik. Sehingga kita perlu melakukan strategi pengendalian resistensi,” terangnya.
Pemateri kedua, Dokter Spesialis Bedah RSUD Genteng Banyuwangi, dr. Adith Filiea Nugraha, Sp.B menjelaskan tentang cara mencegah dan mengatasi Infeksi Derah Operasi (IDO). Ada tiga fase pencegahan infeksi dalam pembedahan, yaitu pencegahan prabedah, pencegahan saat pembedahan, dan pencegahan pasca bedah.
Selanjutnya pemateri ketiga, Dokter Spesialis Anestesi RSUD Genteng Banyuwangi, dr. Noverio Haris Setyawan,Sp.An yang menyampaikan Update Tatalaksana Sepsis.
“Sepsis merupakan suatu Sindrom Respon Inflamasi Sistemik (SIRS) oleh penyebab dari infeksi. Selain itu ada sepsis berat dan syok sepsis. Kemudian tahun 2016 sepsis ini mengalami revisi lagi yang dikenal dengan nama Sepsis-3, definisinya ialah disfungsi organ yang mengancam nyawa akibat gangguan resgulasi respon tubuh terhadap terjadinya infeksi,” terang dr. Noverio Haris Setyawan,Sp.An.
Terakhir pemateri seminar menerangkan tentang Update Penatagunaan Antibiotik di Bidang Obgyn yang dijelaskan oleh Dokter Spesialis Obsteri & Gynekologi RSUD Genteng Banyuwangi, dr. Heru Purnomo Setiawan, Sp.OG(K). Saat sesi ini, disertai kuis tanya jawab yang berhadiah cokelat kepada audience yang menjawab dengan tepat terhadap materi yang disampaikan oleh semua narasumber.
(r)












