Banyuwangi, Jawa Timur, pedulibangsa.co.id- Selasa 25 /02/2025. Tersembunyi di sudut Kabupaten Banyuwangi, berdiri megah dan anggun sebuah kelenteng dengan sejarah yang menakjubkan, yaitu adalah Kelenteng Hoo Tong Bio. Dibangun pada tahun 1784 oleh komunitas Tionghoa Banyuwangi, kelenteng ini menjadi salah satu tempat ibadah tertua di Jawa Timur dan Bali, sekaligus menjadi bukti nyata dari warisan budaya yang kaya di daerah ini.
Terletak di Jalan Ikan Gurami No. 54, Kelurahan Karangrejo, Kelenteng Hoo Tong Bio dihiasi dengan arsitektur tradisional Tionghoa yang memikat. Dominasi warna merah yang mencolok, serta ornamen-ornamen indah yang menghiasi setiap sudut kelenteng, membuat tempat ini tidak hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang memukau.
Nama “Hoo Tong Bio” mengandung makna mendalam, yakni “Kelenteng Hati yang Murni”. Didirikan sebagai penghormatan kepada Tan Hu Cin Jin, seorang kapiten yang berjasa menyelamatkan etnis Tionghoa di Blambangan pada masa kolonialisme, kelenteng ini menjadi simbol perlindungan dan penyelamatan bagi komunitas Tionghoa di Banyuwangi.
Meskipun telah berdiri selama lebih dari dua abad, Kelenteng Hoo Tong Bio tetap terawat dengan baik. Beberapa kali mengalami renovasi untuk mempertahankan keindahan dan keutuhannya, kelenteng ini tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi umat Tridharma di Banyuwangi. Bahkan setelah kebakaran hebat yang melanda pada tahun 2014, kelenteng ini bangkit kembali dengan keanggunan yang sama.
Kelenteng Hoo Tong Bio tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai cagar budaya yang dilindungi. Tempat ini menjadi salah satu aset wisata sejarah dan religi yang berharga di Kabupaten Banyuwangi, menarik pengunjung dari berbagai kalangan untuk menyaksikan keindahan dan merasakan aura spiritual yang kental.
Pada perayaan Hoo Tong Bio yang ke-241 tahun yang mengusung tema Hari Kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Jin yang di akhir acara dimeriahkan oleh tarian seribu wajah yang menambah suasana meriah bagi pengunjung yang hadir. Salah seorang pengunjung, Ibu Mei Lin, berbagi pengalamannya. “Saya sangat terkesan dengan kelestarian dan keindahan Kelenteng Hoo Tong Bio. Perayaan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengenang sejarah dan merasakan kebersamaan dalam suasana yang penuh makna. Kelenteng ini benar-benar sebuah warisan budaya yang harus dijaga,” ujarnya
Pengunjung lain, Bapak Agus Santoso, juga mengungkapkan kekagumannya. “Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Kelenteng Hoo Tong Bio, dan saya terkesan dengan arsitektur serta suasana yang tenang dan damai. Perayaan ini membuat saya merasa lebih dekat dengan sejarah dan budaya Tionghoa di Banyuwangi,” tutur Bapak Agus.
Dengan keberadaan Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menakjubkan, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya dan sejarah yang kaya. Kelenteng ini adalah permata bersejarah yang terus bersinar di tengah dinamika perkembangan zaman. Segenap direksi Media Peduli Bangsa mengucapkan Selamat Hari Jadi Untuk Hoo Tong Bio yang ke 241 semoga tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Banyuwangi
( MSP)












