Desa Songgon Gelar Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dan KDRT Untuk Lindungi Hak Perempuan

banner 468x60

Banyuwangi, potensinusantara.co.id – 16 Juli 2025 Mahasiswa kelompok KKN Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwani, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Membangun Masyarakat Sadar Hukum dalam Mencegah Kenakalan Remaja dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga untuk Melindungi Hak Perempuan” pada (16/07/2025) malam di Balai Desa Songgon.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai ini dihadiri sekitar 80 warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, kepala desa, kepala dusun, ibu-ibu PKK, pemuda, hingga perwakilan keluarga dari setiap dusun.
Kepala Desa Songgon dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengatasi dua permasalahan sosial yang kian mengkhawatirkan. “Kenakalan remaja dan kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah yang tidak bisa kita abaikan. Kita harus bersama-sama melindungi generasi muda dan kaum perempuan di desa kita,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembangunan sosial desa yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga.Narasumber Paparkan Faktor Penyebab dan Solusi
Kegiatan sosialisasi menghadirkan dua narasumber kompeten dari DPC GMNI Banyuwangi, memaparkan faktor-faktor penyebab kenakalan remaja, antara lain pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya perhatian keluarga, dan dampak negatif media sosial.

“Pencegahan kenakalan remaja harus dimulai dari keluarga sebagai benteng pertama. Peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka sangat krusial,” jelas narasumber dari DPC GMNI Banyuwangi.
Mekanisme Pelaporan dan Layanan Perlindungan
Konselor dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menyampaikan informasi penting mengenai mekanisme pelaporan kasus KDRT dan layanan yang tersedia bagi korban.

“Masyarakat perlu tahu bahwa ada jalur pelaporan yang aman dan layanan pendampingan yang siap membantu korban KDRT. Jangan ragu untuk melaporkan jika mengetahui ada kasus kekerasan,” tegas konselor P2TP2A. Berbagai nomor layanan darurat dan pengaduan juga disosialisasikan kepada peserta, termasuk peran aparat desa dalam penanganan kasus di tingkat grassroot.

Antusiasme Warga dan Komitmen Bersama
Acara yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB ini mendapat respons positif dari warga. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan dilontarkan peserta, mulai dari cara mengenali tanda-tanda kenakalan remaja hingga langkah konkret yang bisa diambil masyarakat untuk mencegah KDRT.

Ibu Siti, salah satu peserta dari Dusun Krajan, mengapresiasi kegiatan ini. “Acara seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita sebagai masyarakat. Sekarang saya lebih paham bagaimana cara melindungi anak-anak dan perempuan di lingkungan kita,” ungkapnya.

Di akhir acara, peserta sosialisasi sepakat untuk membentuk komitmen bersama dalam
meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja di lingkungan masing-masing
Melaporkan kasus KDRT yang diketahui kepada pihak berwenang. Memberikan dukungan kepada korban KDRT, mengaktifkan program pembinaan remaja di tingkat RT/RW.

Langkah Nyata Menuju Desa Ramah Perempuan dan Anak. Kepala Desa Songgon yang turut hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi terhadap inisiatif Desa Songgon. “Kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata menuju terwujudnya desa yang ramah perempuan dan anak. Semoga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Banyuwangi,” pungkas Kades

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi titik awal peningkatan kesadaran masyarakat Desa Songgon dalam mencegah kenakalan remaja dan melindungi hak perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga.
Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang kedua isu tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh warga Desa Songgon, khususnya bagi perempuan dan generasi muda.

(Team)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *