JAKARTA TIMUR – potensinusantara.co.id – BPJS Kesehatan terus melakukan koordinasi dengan pihak pengiriman yang berkerjasama dalam hal pengiriman Kartu JKN kepada peserta dengan tujuan kelancaran pengiriman dan mengurangi risiko retur atau pengembalian kartu karena beberapa alasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, M. Ichwansyah Gani saat membuka kegiatan evaluasi distribusi Kartu JKN bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) bersama dengan SAP Express sebagai mitra BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur pada Kamis (04/08).
Ichwansyah mengatakan bahwa pelaksanaan pengiriman Kartu JKN sepanjang tahun 2022 ini masih didapati beberapa kartu yang retur meskipun tidak begitu banyak. Dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2022, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur telah mengirimkan Kartu JKN bagi peserta PBPU sebanyak 4.558 buah amplop dengan laporan kartu terkirim sebanyak 4.428 buah amplop dan yang retur sebanyak 130 buah amplop. Jika di persentase maka yang berhasil dikirimkan sebesar 97% dan yang retur sebesar 3%.
”Persentase 3% tersebut yang ingin BPJS Kesehatan upayakan terus agar dapat terkirim dan menjadi 100%. Pertemuan dengan SAP Express diharapkan bisa mencari tahu apa saja permasalahan dilapangan terkait returnya pengiriman Kartu JKN. Melihat kondisi wilayah pengiriman berada di Kota Administrasi Jakarta Timur dan sekitarnya yang jelas berada kota besar juga sebagai ibukota negara maka seharusnya risiko returnya kartu-kartu tersebut dapat diminimalisasi,” tambah Ichwansyah saat disambangi di wilayah Kelapa Gading.
“Kami dari SAP Express sangat mengapresiasi pertemuan dengan BPJS Kesehatan sehingga kita satu sama lain bisa berdiskusi untuk mencari solusi dari permasalahan dalam proses pengiriman Kartu JKN. Dalam proses pengiriman itu sendiri SAP Express sebelum paket dinyatakan retur akan melakukan pengiriman sebanyak dua sampai tiga kali pengiriman ulang sampai akhirnya dinyatakan paket retur. Dari pengalaman yang ada SAP Express lebih menyarankan pencantuman alamat adalah alamat domisili dibandingkan alamat KTP karena banyak orang yang alamat domisilinya berbeda dengan alamat KTP,” ujar Perwakilan SAP Express, Ade Sumina.
Ade menambahkan bahwa saat kendala alamat tidak ditemukan kurir kami juga melakukan konfirmasi kepada warga sekitar seperti tetangga juga kepada pejabat RT setempat. Selain pencantuman alamat domisili, pencantuman nomor telepon genggam yang dapat dihubungi juga sangat membantu sekali bagi kurir dalam melakukan konfirmasi saat terdapat kendala dilapangan. Semoga dari pertemuan ini tingkat keberhasilan pengiriman dari SAP Express dari BPJS Kesehatan dapat meningkat dengan adanya masukan-masukan yang telah disampaikan satu sama lain dengan tujuan kepuasan peserta JKN dalam hal mendapatkan Kartu JKN.(sultan)












