Dampak Sosial Dan Kesehatan DPD PWMOI Banyuwangi Soroti Peredaran Minuman Beralkohol

banner 468x60

BANYUWANGI Jawa Timur Ketua DPD PWMOI Banyuwangi Moch Supriyanto angkat bicara perihal maraknya peredaran minuman beralkohol yang tidak terkendali, yang dianggap berdampak negatif pada aspek sosial dan kesehatan. Kondisi ini mencerminkan kegelisahan serta keresahan warga terhadap peningkatan masalah yang ditimbulkan oleh alkohol di tengah masyarakat, mulai dari kasus kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan dalam lalu lintas, pemerkosaan, bullying untuk anak usia pelajar bahkan tragedi pembunuhan anak usia sekolah di kecamatan Tegaldlimo

Konsumsi alkohol berlebihan sering kali menyebabkan peningkatan tindak kekerasan, kriminalitas, dan disintegrasi keluarga. Banyak keluarga yang menghadapi konflik rumah tangga akibat alkohol, sementara kesehatan fisik dan mental masyarakat juga terganggu. Kasus penyakit hati dan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan semakin meningkat di Banyuwangi.

Ketua PWMOI Banyuwangi, Moch Supriyanto, menyatakan,”Saya sangat prihatin dengan dampak negatif dari peredaran minuman beralkohol yang tidak terkendali di Banyuwangi. Kondisi ini tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental masyarakat, tetapi juga meningkatkan angka kekerasan dan konflik sosial. Kami mengharapkan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan yang tegas dan efektif untuk mengendalikan penjualan alkohol, terutama kepada anak-anak dan remaja.” jelas nya Sabtu 25 Januari 2025 Banyuwangi Jawa Timur

Lebih lanjut, Moch Supriyanto menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya alkohol, “Selain penegakan hukum, kami juga mengharapkan adanya program edukasi yang intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya konsumsi alkohol. Edukasi ini harus mencakup semua aspek lapisan masyarakat, mulai dari sekolah hingga komunitas-komunitas lokal. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait konsumsi alkohol.” lanjut nya

“Kami optimis dan percaya bahwa dengan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, media, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman untuk semua warga Banyuwangi. Kami juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan, termasuk penyediaan fasilitas rehabilitasi dan konseling bagi mereka yang mengalami masalah terkait alkohol,” tambahnya.

“Saya mengusulkan beberapa solusi konkret yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penggunaan minuman beralkohol antara lain seperti berikut,
1.Penegakan Hukum Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan dan penegakan hukum terhadap penjualan minuman beralkohol.
2. Edukasi dan Sosialisasi: Kampanye edukasi masif mengenai bahaya konsumsi alkohol diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Fasilitas kesehatan harus ditingkatkan untuk menangani kasus terkait alkohol, termasuk layanan rehabilitasi.
4.Kolaborasi dengan Komunitas Kerja sama dengan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
5. Pengaturan Distribusi Alkohol Membatasi penjualan alkohol hanya di tempat-tempat dengan izin khusus dan membatasi jam operasional.

“Saya mewakili segenap masyarakat Banyuwangi yang waspada terhadap peredaran penggunaan minuman beralkohol mencerminkan keprihatinan yang mendalam akan dampak sosial dan kesehatan yang serius. Dengan langkah-langkah konkret, diharapkan peredaran alkohol dapat dikendalikan demi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” tutupnya

(PWMOI Banyuwangi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *