BANYUWANGI -Potensinusantara.co.id – Sedikitnya 65 rumah di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Jawa Timur dilaporkan mengalami rusak ringan hingga rusak berat akibat banjir yang terjadi pada Senin (17/10/2022).
Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi lama serta adanya sumbatan di jembatan yang membuat luapan air meluber ke jalan hingga rumah-rumah warga.
Air yang cukup deras itu membawa material seperti sampah, ranting pohon, dan tumpukan kayu yang terseret ke pemukiman warga, sehingga rumah terkena kerusakan.
Berdasarkan pendataan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, ada ratusan KK yang terdampak banjir.
Asesmen tersebut didapat dari tiga lokasi banjir yaitu di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo; Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis; dan Perumahan Pesona Alam, Kelurahan Kertosari.
“Rincian atau kategori dari 65 rumah rusak di lingkungan Sutri yaitu 48 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak parah,” terang Plt. Kalaksa BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli dalam laporannya.
Dijelaskan pula rumah rusak parah atau berat ialah rumah tidak bisa dihuni karena roboh, rusak sedang adalah rumah tergenang air dan lumpur yang tebal, untuk rusak ringan maksudnya rumah tergenang air.
Selain di Lingkungan Sutri, BPBD Banyuwangi juga mencatat jumlah KK yang terdampak di lokasi lainnya. “Perum Pesona Alam Kertosari terdapat 104 KK yang terdampak banjir dan Lingkungan Rowo Kelurahan Pakis sebanyak 303 KK terdampak banjir,” jelasnya.
Diinformasikan, belum ada laporan korban jiwa maupun yang mengalami luka. Kendati demikian kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta.
“Banjir datang seusai sholat subuh, di Sutri sudah beberapa kali mengalami banjir, tapi yang paling parah di tahun ini,” kata Tyo selaku warga Lingkungan Sutri.
Meskipun tidak berlangsung lama, banjir yang terjadi itu membuat warga mengalami trauma. Namun saat ini, BPBD telah membuka posko pengungsian di dalam SDN Sobo. (r)












