Andrian Lame: BNPB Bersama Inkoppas Bentuk Pasar Tangguh Bencana

banner 468x60

JAKARTA, potensinusantara.co.id – Kegiatan Forum Diskusi (FGD) Terfokus khusus untuk membuat petunjuk pelaksanaan yang di adakan di Jalan Raya Pejajaran, Bogor (19/8/21) lalu membahas tentang Pasar Tangguh Bencana.

Dalam diskusi tersebut dibahas bagaimana penanganan para pengelola pasar, baik stake holder yang ada di pasar dalam menangani bencana yang ada di pasar baik itu pasar rubuh, pasar kebakaran, juga lainnya. Saat dihubungi Media  Pedulibangsa.co.id di Jakarta (28/8/2021).

Andrian Lame Muhar SE. M.Si. selaku Ketua 1 yang membidangi hubungan antar lembaga INKOPPAS dalam acara diskusi tersebut memberikan input seputar Tentang penanganan Petunjuk pelaksanaan pasar tangguh bencana.

“PPKM mulai dari level 2, 3, dan 4 berdampak bagi pedagang pasar. Menurut  para pedagang pasar hal tersebut merupakan bencana, para pedagang lolos dari covid dan dengan pasar di buat 50% pengunjung yang bisa masuk menyebabkan para pedagang tidak lolos dari bencana kelaparan karena para pedagang pasar tidak memiliki pendapatan yang pasti,” ujar Andrian Lame.

Lebih lanjut Andrian Lame memberikan keterangan, BNPB sebagai Stake Holder dari Pemerintah seharusnya juga ikut menangani masalah sosial yang terjadi dari para pedagang pasar, contohnya dengan adanya 5 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas apakah bisa menjamin para pedagang pasar yang setiap hari menggunakan masker yang benar-benar bersertifikasi setidaknya para pedagang pasar hanya menggunakan masker kain, sekarang Pemerintah bilang masker kain harus di lapisi dengan masker medis, dan untuk masker medis ini pedagang pasar tidak mempunyai biaya untuk membeli. Seharusnya Pemerintah slaam hal ini BNPB ikut andil menyediakan/ menyumbang masker medis tersebut, dan juga memberikan stimulus yang penting untuk pedagang pasar.

INKOPPAS mengadakan digitalisasi merupakan upaya memberikan stimulus kepada pedagang pasar agar para pedagang pasar lebih mudah mendapatkan market- market mereka, kalau pasar dibuka hanya hingga 50% bagi pengunjung.

Hasil forum diskusi pasar tanggap bencana salah satunya membentuk satgas. Satgas tersebut terdiri dari Perwakilan pedagang pasar, Perwakilan pengelola pasar, Perwakilan pemerintah khususnya BNPB, dan Perwakilan dari keamanan setempat (seperti polres, polsek, dan sebagainya). Dan untuk relawan yang turut hadir khususnya dari masyarakat umum tidak diperbolehkan karena ini nanti dipantau oleh negara.

“Harapannya, dengan penurunan level para pedagang sudah mulai giat kembali. Sampai kapan pandemi ini berakhir apabila Pemerintah tidak menyadari dalam menanganinya. Bisa jadi akan terjadi lagi level 4 atau bahkan level 5, sampai akhirnya pasar ditutup, maka kehidupan para pedagang pasar akan diraaakan sangat miris sekali,” ungkap Andrian Lame.(Guffe).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *