Banyuwangi, Potensinusantara – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen. Pol. Ibnu Suhendra, S.I.K., dan Forkopimda Banyuwangi ikut serta dalam deklarasi Gerakan Preman Sangar (GPS) saat HUT Ke-3 LAN Banyuwangi, Sabtu (25/2/2023) malam.
Ditengah guyuan hujan malam hari, tampang ribuan pria berbadan kekar berpakaian hitam itu justru makin sangar. Mereka tampak bersemangat saat deklarasi dibacakan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.,
“Gerakan Preman Sangar!” pekik Pangdam.
“Sangar, sangar, sangar, Huraaa!” teriak lantang GPS menjawab seruan Pangdam.
Sontak seisi Gesibu Blambangan riuh ramai dengan sorakan penuh semangat anggota Gerakan Preman Sangar. Tak kalah semangat, anggota Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi juga punya semboyan.
“LAN Banyuwangi!” cetus Pangdam.
“Satu Hati, Satu Sikap, Satu Komando,” jawab para anggota LAN Banyuwangi.

Adapun isi deklarasi tersebut yaitu:
“Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa serta didorongkan keinginan luhur. Merubah stigma masyarakat tentang preman yang selama ini meresahkan, pada hari ini Sabtu tanggal 25 Februari 2023 pukul 20:38 WIB, saya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., Panglima Kodam V/Brawijaya secara resmi mengukuhkan dan mendeklarasikan Gerakan Preman Sangar (GPS) Nusantara.
Sebagai wadah bagi para preman yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Gerakan Preman Sangar harus menjadi pahlawan sosial, memberikan rasa aman bagi masyarakat, dan turut serta dan terlibat membantu pemerintah dalam rangka pembangunan bangsa dan negara.”
Setelah pembacaan deklarasi, Pangdam menegaskan kesanggupan para anggota GPS, kemudian langsung saja mereka menjawab sanggup atas amanat yang disampaikan dalam deklarasi.
Sementara itu, Ketua LAN Banyuwangi, Hijrotul Hady dalam sambutannya mengatakan, kumpulan pria kekar ini bukan seperti preman konvensional yang sering meresahkan, namun mereka memiliki tujuan mulia dalam sosial kemasyarakatan.
“Mungkin berkonotasi kurang baik, namun saat ini mereka menjelma menjadi masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Mereka memiliki tugas mulia seperti melakukan kerja bakti di pemakaman dan tempat ibadah,” tutur Hady.
Selain hadir untuk mendeklarasikan GPS, Jenderal jebolan Kopassus itu juga memaparkan wawasan kebangsaan dihadapan audiens yang hadir, baik anggota LAN Banyuwangi dan GPS, maupum masyarkat umum.
Sesi selanjutnya, pidato disampaikan oleh salah satu petinggi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Irjen. Pol. Ibnu Suhendra, S.I.K., yang mana beliau merupakan putra asli Banyuwangi. Kemudian acara ditutup dengan doa oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa. (r)












